Journal Pengabdian masyarakat Insitut Pesantren Babakan Cirebon
https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/PKM
en-USJournal Pengabdian masyarakat Insitut Pesantren Babakan CirebonPenguatan Kompetensi Pelaku Usaha dalam Implementasi Perdagangan Online Berbasis Syariah di Desa Susukan Kec Susukan Kab Cirebon Tahun 2025
https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/PKM/article/view/252
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku <br>usaha dalam memahami dan mengimplementasikan perdagangan online berbasis syariah di Desa <br>Susukan Kec Susukan Kab Cirebon. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi <br>pelaku usaha terkait prinsip-prinsip transaksi syariah serta masih adanya praktik perdagangan <br>digital yang belum sesuai dengan ketentuan syariat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, <br>pelatihan, dan pendampingan yang dilakukan secara partisipatif kepada 25 pelaku usaha. Evaluasi <br>kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan <br>menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 58% menjadi 84%, serta peningkatan <br>keterampilan dalam menerapkan prinsip syariah pada transaksi online. Selain itu, terjadi perubahan <br>praktik usaha yang lebih transparan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Kegiatan ini memberikan <br>dampak positif dalam mendorong terciptanya ekosistem perdagangan digital yang lebih etis, adil, <br>dan berkelanjutan di tingkat masyarakat desa.<br>Kata Kunci: perdagangan online, ekonomi syariah, UMKM, literasi digital, pengabdian <br>masyarakat</p>singgih utomoFairuz ‘Ainun Na'imYogi FaturohmanTrisna Danureja
##submission.copyrightStatement##
2025-04-022025-04-0241110Penguatan Pemahaman dan Implementasi Legalitas Usaha BUMDes melalui Program Penyuluhan di Desa Bojong Kec Susukan Kab Cirebon Tahun 2025
https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/PKM/article/view/253
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan <br>implementasi legalitas usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Bojong Kec Susukan <br>Kab Cirebon. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman pengelola terkait <br>aspek legalitas usaha, seperti perizinan dan administrasi, serta belum tertibnya tata kelola usaha <br>yang sesuai dengan regulasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, dan <br>pendampingan kepada 15 pengelola BUMDes. Evaluasi dilakukan menggunakan Pre-test dan <br>Post-test, observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan <br>pemahaman peserta dari 54% menjadi 82%, serta peningkatan kemampuan dalam pengelolaan <br>administrasi usaha. Selain itu, terjadi perubahan praktik pengelolaan yang lebih tertib dan sesuai <br>dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong tata <br>kelola BUMDes yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel dalam mendukung <br>keberlanjutan ekonomi desa.<br>Kata Kunci: BUMDes, legalitas usaha, tata kelola, penyuluhan, pengabdian masyarakat</p>Lindawati LindawatiMokhammad WahyudinFajar SidikYono FirmansyahRosdita Indah YuniawatiSri Nur Aeni AeniNurjanah NurjanahMuarifin MuarifinHida fatimah alindri
##submission.copyrightStatement##
2025-04-022025-04-02411020Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah melalui Program Penyuluhan pada Remaja Desa Kejiwan Kec Susukan Kab Cirebon Tahun 2025
https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/PKM/article/view/254
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi <br>syariah pada remaja di Desa Kejiwan Kec Susukan Kab Cirebon. Permasalahan utama yang <br>dihadapi adalah rendahnya pemahaman remaja terkait konsep ekonomi syariah serta perilaku <br>konsumsi yang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Metode pelaksanaan <br>dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, dan pendampingan kepada 30 remaja. Evaluasi kegiatan <br>menggunakan pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan <br>adanya peningkatan pemahaman peserta dari 52% menjadi 86%, serta peningkatan kesadaran <br>dalam menerapkan perilaku ekonomi yang lebih Islami. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan <br>perilaku remaja dalam aktivitas konsumsi dan transaksi yang lebih jujur, bijak, dan sesuai dengan <br>nilai-nilai syariah. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk perilaku ekonomi <br>remaja yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.<br>Kata Kunci: literasi ekonomi syariah, remaja, perilaku ekonomi, penyuluhan, pengabdian <br>masyarakat</p>syukron syukronkautsar kautsarmuslih maulanaUspitawati UspitawatiMohammad Wildan
##submission.copyrightStatement##
2025-04-022025-04-02412130PENGUATAN LITERASI HUKUM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK MELALUI EDUKASI KEPADA ORANG TUA DAN REMAJA DI KECAMATAN SUSUKAN
https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/PKM/article/view/272
<p>Perkawinan anak merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya berdampak terhadap pemenuhan hak-hak anak, tetapi juga berimplikasi pada kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, serta pembangunan hukum yang berkeadilan. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 telah menetapkan batas usia minimal perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan, praktik perkawinan anak masih terjadi akibat rendahnya literasi hukum masyarakat, kuatnya konstruksi budaya, tekanan ekonomi, serta minimnya pemahaman orang tua dan remaja mengenai konsekuensi hukum maupun sosial dari perkawinan usia dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat literasi hukum pencegahan perkawinan anak melalui edukasi yang berorientasi pada peningkatan kesadaran hukum, perubahan paradigma, dan penguatan peran keluarga sebagai garda terdepan perlindungan anak di Kecamatan Susukan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action, meliputi identifikasi kebutuhan, penyuluhan hukum, diskusi interaktif, studi kasus, pre-test dan post-test, serta evaluasi partisipatif. Sasaran kegiatan terdiri atas orang tua, remaja, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan kader pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai ketentuan hukum perkawinan, risiko kesehatan reproduksi, dampak psikologis, sosial, dan ekonomi akibat perkawinan anak, serta mekanisme perlindungan hukum bagi anak. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pencegahan perkawinan anak melalui sinergi keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa. Secara filosofis, kegiatan ini menegaskan bahwa literasi hukum tidak sekadar mentransmisikan norma positif, melainkan membangun kesadaran hukum (<em>legal consciousness</em>) yang berlandaskan nilai keadilan, kemanfaatan, perlindungan hak anak, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Oleh karena itu, model edukasi partisipatif berbasis komunitas terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung terwujudnya perlindungan anak yang berkelanjutan serta implementasi pembangunan hukum yang responsif.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> literasi hukum; perkawinan anak; edukasi hukum; perlindungan anak; pemberdayaan masyarakat.</p>Moh adib MSDaryanto DaryantoUmmu aemanahA. Faozan Adhima
##submission.copyrightStatement##
2025-04-272025-04-27413145PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN MELALUI PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN, LITERASI DIGITAL, DAN PEMBENTUKAN TAMAN BELAJAR DI DESA KEJIWAN
https://jurnal.ipeba.ac.id/index.php/PKM/article/view/301
<p><em>Education is a fundamental component of sustainable human resource development. However, observations conducted in Kejiwan Village, Susukan District, Cirebon Regency, revealed several educational challenges, including low reading interest and learning motivation among students, a shortage of teaching staff, limited use of innovative learning methods, and insufficient public awareness of the importance of education. This community service program aimed to improve the quality of learning through educational assistance focusing on literacy, numeracy, digital literacy, character education, and the establishment of a Community Learning Park (Taman Belajar). The study employed a qualitative method using the Participatory Action Research (PAR) approach and was conducted in Kejiwan Village from 11 August to 15 September 2025. The implementation stages included problem identification, program planning, action implementation, observation, and collaborative reflection with the community. The activities consisted of tutoring in basic literacy and numeracy skills, assisting teaching and learning processes in educational institutions, providing digital literacy and character education campaigns, and establishing a Community Learning Park as an alternative learning space for children. The findings indicate that the program successfully enhanced students' learning participation and motivation, strengthened their understanding of digital literacy and character values, and fostered stronger collaboration among schools, families, and the local community. Furthermore, the PAR approach encouraged active community participation, enabling the program to address local educational needs and support its sustainability. Therefore, this community service initiative has made a positive contribution to improving educational quality and empowering the community in Kejiwan Village.</em></p> <p> </p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Community Sercvice; Education; Digital Literacy.</em></p>Mohammad Hisyam YahyaHisyam nurIim ImaniyahKholil BaehaqiTiya ImtiyazunnisaAhmad rifaiAinur RofiqAgus LizamAfif HusenMashadi MashadiVina UctuviaKamalatan nihayaImam Sibaweh
##submission.copyrightStatement##
2025-07-272025-07-27414660