INTEGRASI TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES DENGAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA ANAK USIA DINI
Abstract
Setiap anak dilahirkan dengan konfigurasi potensi kecerdasan yang unik. Teori Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Howard Gardner menegaskan bahwa kecerdasan manusia bersifat majemuk dan tidak dapat direduksi pada satu jenis kemampuan saja, sedangkan pendidikan Islam anak usia dini memiliki orientasi pembentukan pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sejak masa kanak-kanak. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif bagaimana teori kecerdasan majemuk dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dalam proses pembelajaran anak usia dini melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review) atas publikasi ilmiah rentang tahun 2021 hingga 2025. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan, kemudian menganalisisnya secara tematik untuk menemukan titik temu konseptual serta merumuskan strategi implementasi praktis. Hasil kajian menunjukkan bahwa sembilan jenis kecerdasan dalam teori Gardner dapat menjadi pintu masuk yang variatif bagi penanaman nilai akidah, ibadah, dan akhlak, serta bahwa penelitian-penelitian mutakhir cenderung memfokuskan diri pada tiga klaster besar, yaitu penerapan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk di lembaga PAUD Islam, pengembangan kecerdasan spiritual anak usia dini, dan penanaman nilai serta karakter Islami melalui metode pembiasaan dan keteladanan. Kajian ini merekomendasikan agar pendidik PAUD berbasis Islam merancang pembelajaran yang responsif terhadap keragaman kecerdasan anak tanpa mengesampingkan misi utama pendidikan Islam, yaitu membentuk insan kamil yang cerdas, berakhlak, dan bertakwa.
Kata Kunci: Multiple Intelligences, pendidikan Islam, anak usia dini, kecerdasan majemuk, nilai-nilai Islami